PENGAMBILAN SUMPAH LULUSAN PROFESI KEPERAWATAN

 

 

PENGAMBILAN SUMPAH LULUSAN PROFESI KEPERAWATAN

FAKULTAS KESEHATAN DAN FARMASI UMKT

DISELENGGARAKAN SECARA LIVE DIMASA PANDEMIC COVID-19

DENGAN PATUHI PROTOKOL KESEHATAN

Serangkaian kegiatan pembekalan lulusan Fakultas Kesehatan dan Farmasi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur khususnya jurusan Keperawatan Profesi Ners dan Ahli Madya Keperawatan terkait etika profesi yaitu puncak kegiatan berupa Pengambilan Sumpah Lulusan Profesi Keperawatan pada hari Selasa 29 September 2020.  Acara pengambilan sumpah profesi ini digelar secara live di Auditorium UMKT dengan patuh Protokol Kesehatan dihadiri perwakilkan lulusan sebanyak 6 orang dan secara daring melalui media zoom diikuti oleh 245 lulusan, baik dari program Profesi Ners dan Ahli Madya Keperawatan.

Pengambilan Sumpah Lulusan profesi keperawatan oleh Organisasi Profesi Keperawatan PPNI Bapak Ismansyah, S. Kp., M. Kep disaksikan langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Bapak Ghozali, MH.,M.Kes., Ph,D,  Wakil Dekan Fakultas Kesehatan dan Farmasi Ns. Maridi, M. Kep, dan Dinas Kesehatan Provinsi yang diwakili oleh Bapak Drs. Asaf Diolo, Apt Sekertaris dan diikuti secara Daring oleh pimpinan lain UMKT Badan Pembina Harian (BPH) dr. H. Agus Sukaca, M.Kes (via online).

 

         

 

Dalam laporan Pendidikan yang disampaikan oleh Sekertaris Dekan Fakultas Kesehatan dan Farmasi yaitu Bapak Ns. Maridi, M. Kep mengumumkan lulusan terbaik dari program profesi Ners yaitu Wahyuni Agustina, Robby Vadilah Zurin, Vina Fitriana dan Dina Ayu Hapsari yang keempatnya mendapatkan IPK 4,00 predikat Dengan Pujian, sementara itu dari program Diploma III Keperawatan diraih oleh Reksi Widiawati dengan IPK 3,88, Amalia Putri Tifani 3,85 dan M. Ade Tirta Mahendra 3,84.

 

    

Pada acara pengambilan sumpah profes iini dalam sambutannya WR I (Bidang Akademik) Bapak Ghozali MH.,M.Kes., Ph,D, mengingatkan bahwa lulusan yang disumpah harus mengabdikan diri pada masyarakat dengan memberikan pelayanan terbaiknya dengan selalu memperhatikan kode etik dan keselamatan masyarakat baik di tatanan rumah sakit, klinik, puskesmas maupun masyarakat. Hal ini senada pula dengan sambutan Bapak Ismansyah, S.Kp., M.Kep selaku perwakilan dari Organisasi Profesi PPNI yang menyatakan bahwa permasalahan terbanyak yang muncul saat perawat baru bekerja di rumah sakit adalah masalah etik dan hukum kesehatan, untuk itu para perawat baru harus benar-benar memperhatikan dan memahami perundang-undangan keperawatan serta kesehatan yang berlaku serta perlunya bergabung dalam naungan Organisasi Profesi agar hak-haknya terlindungi. Selain itu pula beliau menambahkan agar perawat tidak hanya berfokus menjadi PNS, perawat juga dapat berfokus pada praktik mandiri keperawatan dimana undang-undang tentang praktik mandiri keperawatan telah diterbitkan sesuai dengan wewenang perawat.

Adanya Praktik Mandiri Keperawatan ini memberikan kesempatan perawat untuk mendapatkan manfaat lebih secara ekonomi dan daya jangkau pelayanan keperawatan lebih dekat dengan masyarakat luas.

    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *